Jumat, 26 Oktober 2012


Ditinjau dari judul blog, 'Akankah Gemilang Masa Depan Anak-Anak Bangsa' maka blog ini berisi tentang kegiatan atau kondisi anak-anak dimasa sekarang. Sesuai dengan alamat blog ini 'abangsekarang.blogspot.com' bukan berarti itu berisi tentang kegiatan atau kondisi abang saya, tetapi 'ABANG' merupakan singkatan dari 'Anak BANGsa'.

Ketika anda membaca blog ini, saya harapkan banyak makna-makna, motivasi, dan dorongan-dorongan yang anda dapatkan. Meskipun bukan blogger profesional, tetapi saya hanya ingin memberikan kesadaran akan keadaan anak-anak dimasa sekarang. Blog ini bukan bermaksud memberikan sudutan atau pojokan bagi anak-anak yang belum beruntung. Tetapi, ini sebagai bahan refleksi, agar kita bisa lebih bersyukur dan berusaha dalam melakukan hal-hal yang dicita-citakan (dalam artian cita-cita yang positif). Dan blog ini diharapkan juga agar anak-anak yang beruntung, orang yang memiliki kemampuan, orang yang memiliki kesadaran akan apa yg anak-anak ini butuhkan, dan orang-orang lainnya agar bisa membantu teman-temannya yang belum beruntung.

Masalah-masalah yang dihadapi negara kita adalah latar belakang, kurang dalam kecerdasan, kemiskinan, dan kepadatan penduduk. Dan sekarang kita akan membahas tentang kekurangan dalam kecerdasan dan sedikit menyinggung tentang kemiskinan.

Apakah anda pernah mengenal / mendengar tentang Anak Jalanan ? Anak yang biasa banyak kita temui di jalanan, perempatan lampu merah, berjalan kaki dengan badan kotor dan baju compang-camping, itulah mereka.

Seharusnya, mereka masih berada didalam lingkungan sekolah atau pendidikan, yang dimana pendidikan sekarang sudah wajib diberikan kepada anak-anak seusia mereka. Tetapi kenyataannya tidak, karena mereka sudah dituntut untuk mencari uang dari sekarang oleh orang tua atau orang-orang yang tidak memiliki pandangan kedepan.

Berbanding terbalik dengan anak-anak seusia mereka yang hidup dalam keluarga yang memiliki kehidupan cukup hingga berkelebihan. Mereka diajarkan untuk bisa meraih ilmu dan pendidikan setinggi mungkin, sehingga kelak mereka bisa hidup dengan harapan memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lumayan untuk kehidupan selanjutnya.

Seperti yang kita ketahui, pendidikan sekarang ada yang bersifat formal, informal, dan nonformal. Dimana pendidikan tersebut memiliki manfaat untuk memberikan ilmu kepada anak-anak. Bukan hanya sebatas ilmu dalam intelektual, tetapi dalam sosial juga anak-anak bisa mendapatkannya.

Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.

Pendidikan merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan untuk mendapatkan wawasan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik(koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak.

Tetapi anak jalanan ini masih belum mendapatkannya, walaupun sudah ada program pemerintah seperti dana BOS, pendidikan gratis, dan yang lainnya. Sebenarnya ini bukan salah orang lain, tetapi salah diri kita sendiri yang kurang memiliki kesadaran, rasa syukur, dan usaha.

Mungkin saja anak jalanan tersebut terbebani oleh biaya-biaya yang masih harus dibayar diluar program pemerintah, misalnya buku tulis, alat tulis, seragam, sepatu, dan lainnya.

Tetapi seharusnya para orang tua harus berusaha agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Bukannya memaksa mereka untuk mencari uang dengan cara meminta-minta atau mengamen. Lalu, orang tua dan anak-anak tersebut juga harus memiliki kesadaran, bahwa pendidikan itu penting, sehingga mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak dimasa yang akan datang. Dan seharusnya, pemerintah lebih banyak membuat lapangan pekerjaan lebih banyak lagi, agar orangtua dan dewasanya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi mereka.

Terkadang jika kita memberikan saran singkat kepada anak dan orang tua agar mereka mendapatkan pendidikan dan diberikan kesempatan, mereka sering menolak mentah-mentah saran tersebut. Anak biasanya hanya taat saja dengan perintah-perintah orang tuanya. Sehingga ketika anak yang sudah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan mengharapkan kesempatan untuk bersekolah dari orangtuanya, mereka sering dibentak, dimarahi, bahkan terjadi kontak fisik antara orangtua dan anak tersebut.

Hal itu terjadi karena orangtua dari anak tersebut beranggapan bahwa mereka tidak ada gunanya bersekolah saat ini, karena mereka sudah bisa mendapatkan uang dengan cara meminta-minta dan mengamen. Tetapi jika dilihat dari prospeknya, anak tersebut tidak akan berkembang, malah akan menjadi kian malas dan tidak ingin mendapatkan pendidikan. Dan walaupun mereka seharusnya sudah bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, mereka kadang tidak ingin menggunakannya, karena mereka beranggapan bahwa konsumsi dan barang-barang yang mereka inginkanlah yang paling penting.

Mental seperti itulah yang membuat Indonesia makin hari makin terpuruk dari keadaan dalam hal pendidikan.

(Sekedar pengalaman)
Penelitian pernah dilakukan oleh tentor bimbingan belajar saya yg berlatar belakang guru sosiologi. Berkenaan dengan bahan skripsinya yang membahas anak-anak jalanan, beliau menceritakan kejadian disaat ingin mendapatkan informasi dari anak jalanan secara langsung.

Disaat anak jalanan tersebut ingin ditanyai sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan mereka, mereka tidak mau menjawab kecuali ada imbalan. Kebiasaan inilah yang pasti sudah diajarkan oleh orang tua atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu.

Pernah satu kali, ketika beliau sedang bertanya-tanya tentang anak jalanan tersebut, anak tersebut langsung berkata bahwa ada seseorang yang mengawasinya, dan langsung menyuruh beliau pergi agar tidak terjadi masalah besar.

Dari hasil penelitian, beliau mendapatkan informasi bahwa masing-masing mereka biasanya mendapatkan uang hampir satu setengah juta rupiah dalam waktu satu bulan. Didalam lingkungan mereka, banyak dilihat barang-barang yang sudah mereka miliki seperti mesin cuci, sepeda motor, televisi dan lain-lainnya.

Hal ini yang membuat para orangtua dan anak tersebut semakin kukuh dalam menjadi anak jalanan. Tetapi apa manfaatnya jika sudah bisa mendapatkan uang, tetapi dengan cara seperti itu dan tidak mendapatkan ilmu yang sepantasnya.

Sehingga diharapkan agar kita bisa membantu teman-teman kita yang masih belum beruntung, dan membantu mereka dalam hal pendidikan. Walaupun kemungkinan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan hampir sirna.

Berikut ada video untuk refleksi blog ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar